Obrolan

Monev KKN Tematik UVBN Sukoharjo, Faktor Geografis Berpengaruh Terhadap Hasil

Rabu, 18 September 2019 : 23.02

Monev KKN Tematik UVBN Sukoharjo Periode I Tahun 2019/2020 di Gunung Kidul, DIY (Foto. Satoe_S))

SUKOHARJO - Monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode I Tahun 2019/2020, dilakukan jajaran civitas akademi Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo di sejumlah lokasi.

Monev dilakukan untuk mengetahui sejauhmana para mahasiswa menggerjakan program kerja yang telah mereka buat pada bidang tertentu, sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dilokasi tempat mereka diterjunkan.

Salah satunya di Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, yang terkenal daerah tandus, dan minim air bersih. Di tempat ini, mahasiswa ditantang ikut memberdayakan masyarakat agar dalam jangka panjang merasakan manfaat KKN Tematik.

"(Hasilnya), kami melihat di dua tempat (lokasi KKN) agak sedikit berbeda. Ternyata faktor geografis juga berpengaruh. Ditempat pertama yang kami kunjungi, hasilnya cukup maksimal," terang Wakil Rektor III UVBN, Sodikin yang memimpin Monev di Gunung Kidul, DIY,
Rabu (18/9/2019).

Sodikin menilai, hasil maksimal ini dapat tercapai, bisa jadi karena faktor geografis menunjang program yang telah dibuat oleh mahasiswa peserta KKN Tematik.

"Kemudian ditempat kedua. tampaknya tidak begitu maksimal. Itu karena tadi (faktor geografis), sinyal (hape) saja nggak ada. Nah itu juga menjadi catatan," katanya.

Selain itu, Sodikin bersama dua anggota tim monev juga mendapat keluhan dari sejumlah mahasiswa yang mulai dilanda rasa jenuh lantaran terlalu lama menetap dilokasi KKN Tematik.

"Makanya disinilah fungsi kami melakukan monev. (KKN Tematik) yang akan datang, sebagai bahan evaluasi, kami buat rekomendasi apakah nanti akan ditempatkan disitu lagi, atau tidak. Tapi yang terpenting, kami datang kesana anak - anak kondisinya sehat," ujarnya.

Monev KKN Tematik di Kecamatan Rongkop terbagi di dua lokasi. Masing -masing lokasi ada 4 kelompok. Pertama terdiri Desa Karangwuni, Desa Petir, Desa Pucangan, dan Desa Semugih. Lokasi kedua, terdiri Desa Bohol, Desa Botodayaan, Desa Pringombo, dan Desa Melikan.(Satoe_S)     



0 komentar :

Berikan Komentar Anda

Copyright © 2020 Peradisurakarta.com All Rights Reserved