Obrolan

Tuntut Bebaskan Aktivis Yang Di Tahan Polisi, Ratusan Mahasiswa Soloraya Turun Ke Jalan

Selasa, 06 Maret 2018 : 21.35
Polisi mengawal jalannya unjuk rasa ratusan mahasiswa Soloraya di bundaran Tugu Kartasura, menuntut pembebaskan tiga aktivis yang ditahan dengan sangkaan pelaku demo anarkis di PT RUM (foto.Nanang Satoe)
SUKOHARJO -  Ratusan mahasiswa Soloraya dari berbagai kampus menggelar aksi turun ke jalan menuntut pembebasan tiga aktivis pejuang lingkungan dari tahanan Polisi.

Ketiga aktivis, saat ini telah ditahan di Polda Jateng. Mereka ditangkap dengan sangkaan sebagai pelaku pengrusakan saat demo yang berujung anarkis di PT Rayon Utama Makmur (RUM) Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Februari lalu.

Dari bendera organisasi  yang dibawa serta dalam aksi unjuk rasa, Selasa (6/3/2018) siang, di bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, terlihat ada perwakilan GMNI, BEM UNS, IMM, HMI dan KAMMI. Juga tak ketinggalan perwakilan masyarakat dari sekitar pabrik PT RUM.

Masing - masing perwakilan mahasiswa bergantian berorasi menuntut pembebasan tiga aktivis dan mendesak kepada pihak terkait untuk menutup PT RUM dan memberi sanksi hukum, karena limbahnya dinilai telah mencemari lingkungan serta berbahaya bagi kehidupan.

Salah satu peserta aksi dari HMI Komisariat Sukoharjo, Aldifari mengatakan penangkapan tiga aktivis yakni, Kelvin, Muhammad Hisbun Payu alias Is dan Sutarno merupakan bentuk kriminalisasi pejuang lingkungan.

"Kami dari aliansi mahasiswa yang ada disini menuntut Polisi membebaskan tiga aktivisi yang terdiri dua warga Sukoharjo dan satu mahasiswa UMS. Kami mempertanyakan dimana letak keadilan ketika ada yang  memperjuangkan kebenaran justru ditangkap," serunya

Para pengunjuk rasa menilai jika penangkapan terhadap tiga aktivis yang dituduh melakukan pengrusakan properti PT RUM merupakan skenario pesanan. Tak berhenti disitu, dalam perjuangannya ini, mereka berencana juga akan menggelar aksi serupa di Polda Jateng.

Terpisah, tokoh KAHMI Sukoharjo, Badrus Zaman menanggapi aksi mahasiswa tersebut dengan postif. Dirinya mendukung apa yang diinginkan para pengunjuk rasa. Selain itu, sebagai alumni anggota HMI, Badrus mengapresiasi gerakan mahasiswa yang berjuang membela hak - hak masyarakat khususnya aksi menolak pencemaran lingkungan akibat limbah PT RUM.

Sebagai praktisi hukum, dan kebetulan menjabat Ketua DPC Peradi Surakarta, Badrus mendesak, agar terjadi keadilan, Polisi juga harus memeriksa pihak PT RUM yang merupakan penyebab terjadinya permasalahan. Yang jelas, imbuhnya, bau limbah nyata - nyata telah menimbulkan gangguan. Baik gangguan kesehatan hingga psikologis.

"Secara pribadi, saya siap membantu jika diperlukan pendampingan hukum kepada mereka yang saat ini menurut informasi di tahan di Mapolda Jateng, Semarang," tandasnya.(NSN)

0 komentar :

Berikan Komentar Anda

Copyright © 2020 Peradisurakarta.com All Rights Reserved