Obrolan

Waspadai Pupuk Palsu, Petrokimia Gelar Sosialisasi Di Makodim Sukoharjo

Kamis, 18 Januari 2018 : 11.23
SUKOHARJO - Masalah kelangkaan pupuk bersubsidi hingga memicu peredaran pupuk palsu mendapat perhatian serius dari produsen pupuk nasional, PT Petrokimia Gresik.

Bertempat di aula Kodim 0726/Sukoharjo ratusan anggota TNI khususnya Babinsa, Rabu [17/1/2018] mendapat sosialisasi dari PT Petrokimia tentang seluk beluk pupuk dan distribusinya.

“Memang, sampai saat ini di Sukoharjo belum ditemukan pupuk palsu atau kasus salah sasaran, namun tidak ada salahnya kita antisipasi dengan mengundang PT Petrokimia memberi," kata Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa.

Selain itu, kata Dandim, sosialisasi juga bertujuan memantapkan tugas anggota TNI dalam rangka ikut menjaga ketahanan pangan. Mereka dibekali wawasan sebagai penyuluh dan pendamping budidaya pertanian, dan yang tak kalah penting, diharapkan dapat mengantisipasi peredaran pupuk palsu yang jelas merugikan petani.

Sementara, General Manager Pemasaran PT Petrokimia Gresik, Kadek Laksana mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah petani cenderung tidak mau tahu metode penggunaan pupuk yang baik dan benar sesuai aturan, bahkan tidak lagi memahami apakah pupuk tersebut asli atau palsu. Karena mereka hanya berpatokan pada harganya yang sama dengan pupuk bersubsidi.

“Ada sejumlah temuan pupuk palsu. Untuk itu kami terus mensosialisasikan hal ini di daerah daerah. Harga pupuk palsu dengan pupuk bersubsidi mirip di lapangan karena pupuk asli yang sebenarnya harganya mahal menjadi terjangkau setelah disubsidi pemerintah. Tapi petani berpikirnya pupuk ini sama,” ungkapnya.

Selama ini lanjut Kadek, masih sering ditemukan peredaran pupuk palsu. Pihaknya selalu bekerjasama dengan aparat untuk memberantas keberadaan pupuk palsu ini. Adapun produk PT Petrokimia Gresik yang sering dipalsukan adalah jenis pupuk Phonska (NPK).

“Petani harus lebih jeli ketika membeli pupuk. pupuk asli selalu disertai label SNI, nomor registrasi, ada komposisi bahan bakunya dan dijual di agen resmi. Kalau ada agen resmi menjual pupuk palsu, kami putus kerjasamanya,” tegasnya. (*)

0 komentar :

Berikan Komentar Anda

Copyright © 2020 Peradisurakarta.com All Rights Reserved